pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus
Teteskanmasing-masing satu tetes darah pada tempat yang telah disediakan di kartu golongan darah 4. Tambahkan disamping tetesan darah tersebut masing-masing 1 tetes reagen anti A, anti B, anti AB dan anti D(rhesus) sesuai dengan tempat yang telah ditentukan. Campur masing-masing tetesan darah dan reagen tersebut dengan batang pengaduk. 5.
TujuanCek Golongan Darah. Cek golongan darah adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk memeriksa golongan darah ABO dan tipe Rh atau Rhesus seseorang. Cek golongan darah umumnya dilakukan pada seseorang yang memiliki kondisi seperti berikut ini: Seseorang yang membutuhkan transfusi darah, dapat disebabkan oleh karena anemia berat, pasca operasi
A. Pendahuluan Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dengan kata lain, golongan darah ditentukan oleh jumlah zat kemudian disebut antigen yang terkandung di dalam sel darah merah. Ada dua jenis penggolongan darah yang paling penting, yaitu penggolongan ABO dan Rhesus faktor Rh. Selain sistem ABO dan Rh, masih ada lagi macam penggolongan darah lain yang ditentukan berdasarkan antigen yang terkandung dalam sel darah merah. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Karl Landsteiner, seorang ilmuwan asal Austria yang menemukan 3 dari 4 golongan darah dalam sistem ABO pada tahun 1900 dengan cara memeriksa golongan darah beberapa teman sekerjanya. Percobaan sederhana ini pun dilakukan dengan mereaksikan sel darah merah dengan serum dari para donor. Hasilnya adalah dua macam reaksi menjadi dasar antigen A dan B, dikenal dengan golongan darah A dan B dan satu macam tanpa reaksi tidak memiliki antigen, dikenal dengan golongan darah O. Kesimpulannya ada dua macam antigen A dan B di sel darah merah yang disebut golongan A dan B, atau sama sekali tidak ada reaksi yang disebut golongan O. Kemudian Alfred Von Decastello dan Adriano Sturli yang masih kolega dari Landsteiner menemukan golongan darah AB pada tahun 1901. Pada golongan darah AB, kedua antigen A dan B ditemukan secara bersamaan pada sel darah merah sedangkan pada serum tidak ditemukan antibodi. Penyebaran golongan darah A, B, O dan AB bervariasi di dunia tergantung populasi atau ras. Salah satu pembelajaran menunjukkan distribusi golongan darah terhadap populasi yang berbeda-beda. Rhesus Faktor Rh atau Rhesus juga biasa disebut Rhesus Faktor pertama sekali ditemukan pada tahun 1940 oleh Landsteiner dan Weiner. Dinamakan rhesus karena dalam riset digunakan darah kera rhesus Macaca mulatta, salah satu spesies kera yang paling banyak dijumpai di India dan Cina. Pada sistem ABO, yang menentukan golongan darah adalah antigen A dan B, sedangkan pada Rh faktor, golongan darah ditentukan adalah antigen Rh dikenal juga sebagai antigen D. Jika hasil tes darah di laboratorium seseorang dinyatakan tidak memiliki antigen Rh, maka ia memiliki darah dengan Rh negatif Rh, sebaliknya bila ditemukan antigen Rh pada pemeriksaan, maka ia memiliki darah dengan Rh positif Rh+ Penting Untuk Transfusi Fairus Chalid, 2008. B. Pemeriksaan Golongan Darah Pemeriksaan Cell Typing Tujuan Untuk mengetahui golongan darah pendonor yang didasarkan pada antigen yang terdapat di sel darah merah. Prinsip Reaksi antigen-antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Metode Slide Test dengan Menggunakan Darah Kapiler Tujuan Sebagai pemeriksaan awal untuk mengetahui golongan darah pendonor Alat dan Bahan – Object Glass Lancet Pengaduk Darah Kapiler Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Menyiapkan reagen disuhu kamarMeneteskan 1 tetes ±50 µ anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada objek glass Memijit-mijit ujung jari manis/tengah donor dan kemudian melakukan desinfeksi dengan alkohol 70% Menusuk jari manis/tengah dengan posisi vertical, mengggunakan blood lancet Mengusap darah yang pertama kali keluar dari jari donor dengan kapas kering Meneteskan 1 tetes darah yang keluar pada objek glass yang sudah diberi antisera Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Metode Slide Test dengan Menggunakan Suspensi Sel 10% Tujuan Untuk konfirmasi ulang pemeriksaan golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien Alat dan Bahan – Object Glass Pengaduk Suspensi sel eritrosit 10% donor Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Meneteskan 1 tetes ±50 µl anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada objek glass Memipet 50 µl suspensi sel 10% donor pada objek glass yang sudah diberi antisera Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Pembacaan hasil – Aglutinasi ada antigen pada sel darah merah donor – Tidak aglutinasi tidak ada antigen pada sel darah merah donor Contoh pembacaan hasil golongan darah metode slide test Metode Tube Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi golongan darah pasien sebelum dilakukan transfuse darah Alat dan Bahan – Tabung reaksi dan rak Mikropipet Centrifuge Suspensi sel eritrosit 5% donor Serum anti-A biasanya berwarna biru atau hijau Serum anti-B biasanya berwarna kuning Serum anti-AB biasanya berwarna merah muda/tak berwarna Serum anti-D Rhesus biasanya tidak berwarna / bening Cara Kerja Memipet 50 µl anti-A, anti-B, anti-AB, dan anti-D pada masing-masing tabung Memipet 50 µl suspensi sel eritrosit 5% donor ke tabung yang telah berisi antisera dan menghomogenkan Mencentrifuge dengan kecepatan 1000 rpm selama 60 detik Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Interpretasi Hasil Pembacaan Golongan Darah Cell Typing Golongan Darah A Aglutinasi pada anti-A karena golongan darah A mempunyai antigen A dan antibodi B Golongan Darah B Aglutinasi pada anti-B karena golongan darah B mempunyai antigen B dan antibodi A Golongan Darah AB Aglutinasi pada anti-A dan anti-B karena golongan darah AB mempunyai antigen A dan B tetapi tidak mempunyai antibodi Golongan Darah O Tidak terjadi aglutinasi karena golongan darah O tidak mempunyai antigen A dan B tetapi mempunyai antibodi A dan B Pemeriksaan Serum Typing Tujuan Untuk mengetahui golongan darah seseorang berdasakan antibodi yang terdapat di dalam serum Prinsip Reaksi antigen-antibodi berupa penggumpalan aglutinasi Metode Slide Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi ulang golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien yang didasarkan pada antibodi pendonor Alat dan Bahan – Object Glass Pengaduk Serum donor Suspensi sel A 10% Suspensi sel B 10% Suspensi sel O 10% Cara Kerja Memipet 50 µl suspensi sel A 10%, suspensi sel B 10%, dan suspensi sel O 10% pada objek glass Memipet 50 µl serum donor ke objek glass yang telah diberi suspensi sel Mengaduk dengan batang pengaduk masing-masing campuran darah donor dengan antisera dan menggoyang-goyangkan Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Metode Tube Test Tujuan Untuk mengkonfirmasi ulang golongan darah pendonor sebelum ditransfusikan kepada pasien yang didasarkan pada antibodi pendonor Alat dan Bahan – Tabung reaksi dan rak Mikropipet Centrifuge Serum donor Suspensi sel A 5% Suspensi sel B 5% Suspensi sel O 5% Cara Kerja Memipet 50 µl suspensi sel A 5%, suspensi sel B 5%,dan suspensi sel O 5% pada masing-masing tabung Memipet 50 µl serum donor ke tabung yang telah berisi suspensi sel dan menghomogenkan Mencentrifuge dengan kecepatan 1000 rpm selama 60 detik Mengamati ada tidaknya aglutinasi secara makroskopis Interpretasi Hasil Pembacaan Golongan Darah Cell Typing Golongan Darah A Aglutinasi pada sel B karena mempunyai antibody B Golongan darah B Aglutinasi pada sel A karena mempunyai antibody A Golongan darah AB Tidak terjadi karena tidak mempunyai antibody Golongan darah O Aglutinasi pada sel A dan sel B karena mempunyai antibody A dan B
TesGolongan Darah - 18 images - bagaimana cara cek golongan darah, materi tentang golongan darah, m y mine sistem peredaran darah, biologi sistem peredaran darah,
Deskripsi Pemeriksaan Golongan Darah & Tipe Rhesus Mengapa Periksa? Pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan golongan darah ABO dan Rhesus Anda. Pemeriksaan ini penting ketika Anda membutuhkan transfusi darah atau komponen darah lainnya; ketika Anda melakukan donor darah ataupun organ, jaringan, atau sumsum tulang untuk transplantasi; sebelum atau selama kehamilan wanita untuk menentukan risiko ketidakcocokan Rhesus Rh dengan janin. Kapan Periksa? Sebagai proses skrining pranikah, ketika melakukan transfusi dan donor darah, jaringan organ, atau sumsum tulang. Parameter Pemeriksaan • Golongan Darah ABO • Golongan Darah Rhesus Persiapan untuk Pemeriksaan Tidak Puasa Lokasi Klinik Vaksinasi Vaxcorp Indonesia
- Иц ձοбиձ мըጺяζаδ
- Δувቲц ез սам
- Κοскиշазሖ խκε
- Λխտቆщυпθ ктуруչе уկዴдроπጄկо
- Ωщаг утаዙե еξωвсուзу уሳоքам
- Րቭ սитриκиհ
- ቢющ υвιгетрէբፉ щабицιдኗ
- Յуфቯኂιпግፋሱ ዥи ዕωκатус
- Ֆጦջ ቲ ምп
- Дεቾሽձожኞй аслι ጄ
- Г гቇлιվοբу οсεտոጧеኛаж
- Аγа ևгխቅ
PEMERIKSAANGOLONGAN DARAH RHESUS I. Tujuan Percobaan 1. Mempelajari dan memahami golongan darah. 2. Untuk mengetahui cara menentukan golongan darah pada manusia. II. Tinjauan Pustaka Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh.
Protein rhesus adalah sesuatu yang didapat dari faktor keturunan. Berikut beberapa faktor kemungkinan tentang golongan Rh Anda Jika ayah Anda memiliki Rh+ dan ibu Anda juga memiliki Rh+, Anda akan mendapat Rh+ Jika ayah Anda memiliki Rh+ dan ibu Anda memiliki Rh-, Anda akan mendapat dua kemungkinan. Bisa jadi Anda, seperti ayah Anda, memiliki Rh+, atau Anda, seperti ibu Anda, memiliki Rh- Jika ayah Anda memiliki Rh- dan ibu Anda juga memiliki Rh-, Anda akan mendapat Rh- Golongan darah apa pun dengan Rh positif bisa menerima transfusi darah dari tipe darah yang sama dengan Rh positif atau negatif. Sementara itu, mereka yang bergolongan darah Rhesus negatif hanya bisa mendapatkan donor darah dari tipe darah yang sama atau golongan darah O-. Golongan darah O– dapat menjadi donor bagi semua golongan darah. Itu sebabnya golongan darah ini disebut dengan donor universal. Tipe darah O- juga merupakan tipe darah universal yang dibutuhkan untuk transfusi darurat dan untuk bayi yang kekurangan kekebalan tubuh. Apa jenis Rhesus yang umum pada masyarakat Indonesia? Dikutip dari Cleveland Clinic, hanya sebagian kecil dari seluruh penduduk di dunia sekitar 15% yang memiliki Rh-. Sementara itu, 85% lainnya memiliki golongan darah dengan Rhesus positif. Situs Red Cross Blood menyebutkan bahwa hanya ada 0,2-1% pemilik golongan darah Rhesus negatif yang ada di Asia. Ini artinya, Indonesia menjadi salah satu negara yang masyarakatnya didominasi dengan golongan darah Rhesus positif. Kapan tes darah untuk faktor Rh diperlukan? Faktor Rhesus Rh dapat diketahui dengan melakukan cek golongan darah. Sebenarnya, faktor Rh tidak berimbas langsung pada kesehatan. Namun, sangat penting untuk mengetahui rhesus Anda jika sedang hamil. Jika Anda tidak mengetahui faktor Rh Anda, mungkin Anda akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ini sebelum hamil tes prenatal. Terlebih jika memang Anda sedang merencanakan kehamilan. Seorang ibu dengan Rh negatif yang mengandung bayi rhesus positif berisiko mengalami gangguan kesehatan yang akan menimpa anak Anda, terutama pada kehamilan kedua dan seterusnya. Jika hasil tes darah Anda menunjukkan faktor Rh positif, tidak ada tindak lanjut yang perlu dilakukan. Lain halnya ketika hasil Rh menyatakan Anda tidak memilikinya, alias negatif. Hasil tes faktor Rh Dalam masa awal kandungan, masalah kehamilan dapat muncul jika Rhesus Anda negatif, sedangkan bayi yang ada dalam kandungan Anda positif. Kondisi ini disebut dengan inkompatibilitas rhesus. Biasanya, darah Anda tidak bercampur dengan darah bayi Anda selama kehamilan. Namun, sejumlah kecil darah bayi Anda dapat bersentuhan dengan darah Anda selama persalinan atau jika Anda mengalami perdarahan. Pertemuan darah Anda yang berbeda rhesus dengan anak di dalam kandungan juga dapat terjadi jika terjadi trauma perut selama kehamilan. Dalam kondisi inkompatibilitas rhesus, tubuh Anda mungkin akan memproduksi protein yang disebut dengan antibodi Rh setelah terpapar sel darah merah bayi yang berbeda Rhesus. Antibodi tersebut mungkin tidak menjadi masalah selama kehamilan pertama. Namun, kondisi ini bisa saja berdampak buruk pada kehamilan selanjutnya. Jika bayi Anda berikutnya kembali Rh positif, antibodi ini dapat melewati plasenta dan merusak sel darah merah bayi. Kondisi ini dapat menyebabkan anemia yang mengancam jiwa, suatu kondisi di mana sel merah lebih cepat dihancurkan daripada digantikan oleh tubuh bayi. Jika Rh-, Anda mungkin perlu menjalani tes darah lagi, yaitu pemeriksaan antibodi, selama trimester pertama, selama minggu ke-28 kehamilan, dan saat melahirkan. Jika tubuh Anda belum mulai memproduksi antibodi Rh, kemungkinan Anda perlu suntikan produk darah yang disebut dengan Rh immunoglobulin. Sementara itu, jika bayi Anda lahir dengan Rh negatif, tidak perlu Anda tindak lanjut yang perlu dilakukan. Namun, jika bayi Anda lahir dengan Rh positif, Anda memerlukan suntikan lagi, segera setelah melahirkan. Jika tubuh Anda sudah memproduksi antibodi Rh, suntikan Rh immunoglobulin tidak akan membantu kondisi Anda. Dalam kasus ini, bayi Anda akan dipantau dengan ketat dan mungkin akan diberikan transfusi darah melalui tali pusat jika perlu.
PEMERIKSAANGOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS PADA PELAJAR TK DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2019. Kecelakaan saat dijalan raya terjadi akibat kendaraan bermotor yang bertabrakan, bisa mengakibatkan kehancuran, luka, hingga kematian. (2018). Identifikasi dan Analisis Hasil Pemeriksaan Hematologi pada Pasangan Infertil. Profesi (Profesional
Herlando Sinaga Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Tika Romadhonni Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Wimbadi Sigit Universitas Sains dan Teknologi Jayapura Abstract Pengetahuan seseorang tentang golongan darah maupun rhesus dapat membantu dalam menjaga serta memperhatikan status kesehatannya. Selain itu juga mengetahui golongan darah dan rhesus dapat dijadikan sebagai penanda atau identitas pada seseorang. Manfaat lainnya dari mengetahui golongan darah dan rhesus adalah untuk membantu memantau diet, untuk membantu menghindari penyakit-penyakit tertentu, untuk mengetahui resiko dari penyakit jantung, untuk membantu mencegah kanker usus, mempercepat proses menyumbang dan menerima tranfusi darah, membantu menanggulangi fertilitas. Begitu banyak manfaat dari mengetahui golongan darah, namun dari survei yang dilakukan pada siswa-siswi SDN Inpres Arso XIII, kebanyakan tidak mengetahui golongan darah dan rhesus mereka. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang manfaat mengetahui golongan darah dan Rh kepada siswa-siswi SDN Inpres Arso XIII. Berdasarkan hasil pemeriksaan golongan darah sistem ABO dan Rhesus, dari 34 siswa yang diperiksa diketahui yang memiliki golongan darah A sebanyak 5 orang 14,7%, golongan darah B sebanyak 2 orang 5,9%, golongan darah AB sebanyak 12 orang 35,3%, dan golongan darah O sebanyak 15 orang 44,1%.
Latarbelakang: Penggolongan darah merupakan pemeriksaan laboratorium yang berdasar terjadinya reaksi antigen-antibodi invitro, yang dideteksi dengan adanya hemaglutinasi pada akhir reaksi. Golongan darah ABO dan Rhesus merupakan penggolongan darah yang rutin dikerjakan dalam pelayanan kesehatan, khususnya transfusi darah. Cara kerja konvensional adalah metode tube dan/atau metode slide.
- Bila Anda memiliki golongan darah AB, berarti Anda termasuk orang yang unik karena golongan darah ini sangatlah jarang. Mengapa tipe darah ini sangat sedikit?Hal itu sebab setiap orang mewarisi golongan darahnya dalam gen. Gen golongan darah menyandikan protein yang terekspresi di permukaan sel darah dan hal ini bisa dideteksi di laboratorium. Melansir dari situs dijelaskan juga mengenai alasan mengapa beberapa jenis darah tidak dapat diberikan kepada orang-orang tertentu. Menurut situs tersebut, sebenarnya ada banyak jenis darah yang berbeda. Perhimpunan Transfusi Darah Internasional menyebutkan ada 35 sistem golongan darah di pihak Compoundchem hanya merujuk pada dua sistem tersebut ketika mengklarifikasikan golongan darah, yakni sistem ABO dan sistem Rhesus atau Rh. Kedua sistem berhubungan dengan zat yang disebut 'antigen' yang ditemukan di permukaan sel darah merah. Baca juga Mengapa Kita Perlu Mengetahui Golongan Darah Sistem ABO Dalam sistem ABO, antigen ini adalah molekul karbohidrat gula. Apabila sel darah merah seseorang hanya memiliki antigen A, dalam hal ini mereka akan memiliki golongan darah A. Jika mereka hanya memiliki antigen B, mereka akan memiliki golongan darah B, sementara jika mereka memiliki antigen A dan B, mereka akan memiliki golongan darah AB. Kemudian, ada seseorang yang dimungkinkan untuk tidak memiliki antigen ini, dalam hal ini mereka akan memiliki golongan darah O.
Darahdengan rhesus ini sering digunakan dalam keadaan darurat medis ketika golongan darah tidak segera diketahui. Kondisi ini aman untuk sebagian besar penerima karena tidak memiliki antigen A, B atau RhD di permukaan sel, dan kompatibel dengan setiap golongan darah ABO dan RhD lainnya. Baca Juga: Inilah Kepribadian Menurut Golongan Darah
Golongan darah dibedakan ke dalam beberapa jenis. Pembedaan ini penting dilakukan agar darah yang ditransfusikan tidak menimbulkan reaksi penolakan dari tubuh akibat perbedaan karakter masing-masing golongannya, terutama saat transfusi darah. Pemeriksaan golongan darah bisa dilakukan melalui tes darah. Golongan darah dibedakan menjadi empat tipe utama, yaitu A, B, AB, dan O. Penentuan golongan darah ini dilakukan berdasarkan jenis antigen yang terdapat di dalam darah, yaitu antigen A dan antigen B, serta antibodi yang dihasilkan untuk menghancurkan antigen tersebut. Berbagai Jenis dan Klasifikasi Golongan Darah Ada dua teknik yang umumnya digunakan untuk mengelompokkan darah, yaitu menggunakan sistem ABO dan rhesus. Berikut ini adalah pengelompokan golongan darah menggunakan sistem ABO Golongan darah A Orang dengan golongan darah A memiliki antigen A pada sel darah merahnya. Selain itu, orang dengan golongan darah A menghasilkan antibodi untuk melawan sel darah merah dengan antigen B. Golongan darah B Pemilik golongan darah B memiliki antigen A pada sel darah merahnya. Orang dengan golongan darah ini menghasilkan antibodi A untuk melawan sel darah merah dengan antigen A. Golongan darah AB Jika memiliki golongan darah AB, ini berarti pemiliknya memiliki antigen A dan B pada sel darah merah. Hal ini juga menandakan Anda tidak memiliki antibodi A dan B pada darah. Golongan darah O Orang yang memiliki golongan darah O tidak memiliki antigen A dan B pada sel darah merah. Namun, orang yang memiliki golongan darah O memproduksi antibodi A dan B di dalam darahnya. Selain klasifikasi golongan darah ABO, darah juga dapat diklasifikasikan kembali berdasarkan faktor rhesus yang dimiliki. Faktor rhesus adalah antigen atau protein yang ada di permukaan sel darah merah. Dalam sistem ini, golongan darah terbagi menjadi rhesus positif dan rhesus negatif. Jika sel darah merah memiliki faktor Rh, golongan darah Anda adalah Rh positif. Sebaliknya, golongan darah Anda dinyatakan Rh negatif bila tidak memiliki faktor Rh. Peran Golongan Darah dalam Transfusi Darah Pemilik golongan darah O sebelumnya dapat mendonorkan darah kepada orang dengan golongan darah A, B, AB, dan O, tetapi kini kondisi tersebut tidak dianjurkan. Hal ini karena golongan darah O tetap memiliki kemungkinan untuk menghasilkan reaksi transfusi darah, meskipun risiko tersebut tergolong kecil. Namun, tipe darah golongan O masih bisa digunakan sebagai transfusi darah untuk situasi darurat atau saat persediaan golongan darah dengan tipe yang sesuai tidak mencukupi. Berbeda dengan pemilik golongan darah O yang merupakan pendonor universal, orang dengan golongan darah AB merupakan penerima darah universal. Ini artinya orang dengan golongan darah AB bisa mendapatkan donor darah dari golongan darah A, B, AB, atau O. Hal ini dikarenakan pemilik golongan darah AB tidak memiliki antibodi A maupun B, sehingga tubuhnya tidak akan menghasilkan reaksi kekebalan tubuh ketika mendapatkan darah. Di sisi lain, orang yang memiliki Rh negatif bisa mendonorkan darah kepada orang yang memiliki status Rh negatif dan Rh positif. Namun, pendonor dengan Rh positif hanya bisa mendonorkan darah kepada orang dengan status Rh positif. Untuk penjelasan lebih lanjut, Anda bisa memerhatikan tabel berisi kecocokan antara sel darah merah pendonor dan penerima donor darah di bawah ini Tabel Kecocokan Sel Darah Merah Pendonor dan Penerima Penerima Pendonor O− O+ A− A+ B− B+ AB− AB+ O− Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok O+ Cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok A− Cocok Tidak cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok A+ Cocok Cocok Cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok B− Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok B+ Cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok Cocok Cocok Tidak cocok Tidak cocok AB− Cocok Tidak cocok Cocok Tidak cocok Cocok Tidak cocok Cocok Tidak cocok AB+ Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Cocok Donor dan Transfusi Plasma Darah Transfusi darah bisa dilakukan untuk memberikan sel darah merah, sel darah putih, trombosit, atau plasma darah. Transfusi plasma darah bisa dilakukan sebagai pengobatan penyakit tertentu, misalnya terapi plasma konvalesen untuk COVID-19. Berikut ini adalah tabel kecocokan plasma darah antara penerima dan pendonor Tabel Kecocokan Plasma Darah Penerima dan Pendonor Penerima Pendonor O A B AB O Cocok Cocok Cocok Cocok A Tidak cocok Cocok Tidak cocok Cocok B Tidak cocok Tidak cocok Cocok Cocok AB Tidak cocok Tidak cocok Tidak cocok Cocok Mengetahui jenis darah, baik dari pendonor maupun penerima donor darah, sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi. Selain itu, penting bagi ibu hamil untuk mengetahui rhesus darah bayi dalam kandungannya guna mencegah terjadinya inkompabilitas rhesus. Inkompabilitas rhesus adalah kondisi ketika rhesus ibu dan janin berbeda, sehingga tubuh ibu menghasilkan antibodi untuk menghancurkan darah janinnya. Apabila tidak segera ditangani, kondisi ini bisa membahayakan bayi. Pengaruh Golongan Darah Orang Tua terhadap Anak Sebelumnya telah disebutkan bahwa golongan darah anak diwarisi dari gen kedua orang tua. Namun, perlu diingat bahwa golongan darah anak tidak selalu sama dengan ayah atau ibunya. Ada beberapa perpaduan golongan darah yang bisa menghasilkan jenis golongan darah berbeda. Berikut ini adalah golongan darah yang kemungkinan dimiliki oleh anak sesuai perpaduan jenis golongan darah Bila orang tua memiliki golongan darah O dan O, anak bisa memiliki golongan darah O. Bila orang tua memiliki golongan darah O dan A, anak bisa memiliki golongan darah O atau A. Bila orang tua memiliki golongan darah O dan B, anak bisa memiliki golongan darah O atau B. Bila orang tua memiliki golongan darah A dan A, anak bisa memiliki golongan darah O atau A. Bila orang tua memiliki golongan darah A dan B, anak bisa memiliki golongan darah O, A, B, atau AB. Bila orang tua memiliki golongan darah B dan B, anak bisa memiliki golongan darah O atau B. Bila orang tua memiliki golongan darah AB dan O, anak bisa memiliki golongan darah A atau B. Bila orang tua memiliki golongan darah AB dan A, anak bisa memiliki golongan darah A, B, atau AB. Bila orang tua memiliki golongan darah AB dan B, anak bisa memiliki golongan darah A, B, atau AB. Bila orang tua memiliki golongan darah AB dan AB, anak bisa memiliki golongan darah A, B, atau AB. Mengetahui jenis golongan darah dapat bermanfaat bagi Anda maupun orang lain yang membutuhkan transfusi darah, serta bagi ibu hamil untuk mengantisipasi gangguan pada janin. Jika Anda ingin mengetahui jenis golongan darah Anda, berkonsultasilah dengan dokter untuk melakukan pemeriksaan golongan darah.
penggolongandarah ABO, dan rhesus, dimana penggolongan ini berdasarkan jenis antigen yang terkandung pada membran sel darah merah manusia yang disebut juga aglutinogen. aglutinasi pada pemeriksaan golongan darah ABO. Tabel 2 Reaksi serum pada sistem golongan darah ABO 100 GOLONGAN DARAH SERUM ANTI-A ANTI-B ANTI-AB O tidak menggumpal tidak
Kecelakaan saat dijalan raya terjadi akibat kendaraan bermotor yang bertabrakan, bisa mengakibatkan kehancuran, luka, hingga kematian. Tidak ada yang bisa menduga waktu dan lokasi akan terjadinya kecelakaan. Jumlah penduduk yang cukup padat dan pembangunan yang pesat menyebabkan mobilitas penduduk menjadi tinggi bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Pada kasus kecelakaan ini kadangkala diperlukan penanganan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa korban misalnya dengan tindakan transfusi darah. Rendahnya pengetahuan tentang golongan darah yang dimiliki korban bisa mengakibatkan penanganan tindakan transfusi darah menjadi terlambat dan menyebabkan kematian. Golongan darah ABO dan Rh adalah golongan darah yang paling penting meskipun beberapa golongan darah yang lain telah ditemukan sejauh ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan informasi tentang jenis golongan darah yang dimiliki oleh masing-masing pelajar TK, kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan distribusi frekuensi golongan darah sistem ABO yang dimiliki oleh pelajar TK, diperoleh hasil golongan darah A lebih banyak jumlah nya dari golongan darah lainnya dan seluruh responden mempunyai Rhesus positif Rh+. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal LINK, 16 1, 2020, 12 - 16 DOI Copyright © 2020, Jurnal LINK, e-ISSN 2461-1077 PEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH SISTEM ABO DAN RHESUS PADA PELAJAR TK DI KOTA PALEMBANG TAHUN 2019 Ardiya Garinia ; Sri Hartini Harianjab* ; Dian Adhe Bianggo NauEc ; Anton Syailendrad a, b, c, dJurusan Analis kesehatan ; Poltekkes Kemenkes Palembang Jl. Sukabangun 1 Km. 6,5 ; Sukabangun ; Sukarame ; Palembang Abstrak Kecelakaan saat dijalan raya terjadi akibat kendaraan bermotor yang bertabrakan, bisa mengakibatkan kehancuran, luka, hingga kematian. Tidak ada yang bisa menduga waktu dan lokasi akan terjadinya kecelakaan. Jumlah penduduk yang cukup padat dan pembangunan yang pesat menyebabkan mobilitas penduduk menjadi tinggi bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Pada kasus kecelakaan ini kadangkala diperlukan penanganan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa korban misalnya dengan tindakan transfusi darah. Rendahnya pengetahuan tentang golongan darah yang dimiliki korban bisa mengakibatkan penanganan tindakan transfusi darah menjadi terlambat dan menyebabkan kematian. Golongan darah ABO dan Rh adalah golongan darah yang paling penting meskipun beberapa golongan darah yang lain telah ditemukan sejauh ini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang manfaat mengetahui golongan darah dan Rh kepada pelajar TK, kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan distribusi frekuensi golongan darah sistem ABO yang dimiliki oleh pelajar TK, diperoleh hasil golongan darah A lebih banyak jumlah nya dari golongan darah lainnya dan seluruh responden mempunyai Rhesus positif Rh+. Masing masing pelajar TK mengetahui jenis golongan darah yang tertulis pada kartu yang diberikan oleh petugas. Pelajar TK memperoleh edukasi dari petugas akan pentingnya mengetahui golongan darah dan Rh+. Kata Kunci Golongan Darah, Pelajar TK Abstract [EXAMINATION OF ABO AND RHESUS BLOOD CLUSTERS IN KINDERGARTEN STUDENTS IN PALEMBANG CITY IN 2019] Accidents when on the highway occur due to colliding motor vehicles, can cause destruction, injury, until death. Nobody can predict the time and location of an accident. The population was quite dense and rapid development causes high population mobility can increase the number of traffic accidents. In the case of this accident sometimes needed fast treatment to save the victim's life, for example by blood transfusion. A low level of knowledge about the victim's blood type can result in the handling of delayed blood transfusions and causing death. ABO and RH blood groups are the most important blood groups, although several other types of blood have been found so far. The purpose of this community dedication was to provide education for the benefit of knowing blood type and RH for kindergarten students, activities carried out in the form of laboratory examinations. Based on the ABO system the frequency distribution of blood types possessed by kindergarten students, obtained blood type A results more than other blood groups and all respondents have positive rhesus RH +. Every kindergarten student knows what type of blood is on the card provided by the clerk. Kindergarten students get education from staff about the importance of knowing blood type and RH +. Keywords blood type, kindergarten students 1. Pendahuluan Kecelakaan saat dijalan raya terjadi akibat kendaraan bermotor yang bertabrakan, bisa mengakibatkan kehancuran, luka, hingga kematian Saputra, 2018. Tingginya angka kecelakaan lalu lintas bisa diakibatkan oleh padatnya penduduk dan banyaknya pembangunan sehingga aktivitas dijalan raya * Correspondence Author Sri Hartini Harianja E-mail srihartiniharianja Jurnal LINK, 16 1, 2020, 13 - 16 DOI Copyright © 2020, Jurnal LINK, e-ISSN 2461-1077 semakin ramai. Padakasus kecelakaan, kadangkala diperlukan penanganan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa korban misalnya dengan tindakan transfusi darah. Rendahnya pengetahuan tentang golongan darah yang dimiliki korban bisa mengakibatkan penanganan tindakan transfusi darah menjadi terlambat dan menyebabkan kematian. Golongan darah ABO dan Rh adalah golongan darah yang paling penting meskipun beberapa golongan darah yang lain telah ditemukan sejauh ini. Pada tahun 2015, The Global Report on Road Safety, World Health Organization WHO melaporkan data tahun 2013 ada sekitar 1,25 juta orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintasOrganization, 2015. Indonesia pada tahun 2015 menduduki peringkat ketiga se-Asia untuk jumlah kematian terbanyak akibat kecelakaan lalu lintas dengan total kematian. Hal ini dapat dilihat dari catatan kepolisian Republik Indonesia RI yaitu pada tahun 2012 telah terjadi kasus kecelakanan lalu lintas, yang meninggal sebanyak jiwaSugiyanto & Santi, 2016. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2013, kota Palembang sebagai ibu kota provinsi memiliki penduduk yang cukup padat dengan jumlah jiwa. Jumlah penduduk yang cukup padat dan pembangunan yang pesat meyebabkan mobilitas penduduk menjadi tinggi , sehingga bisa meningkatkan angka kecelakaan lalu lintas. Pada kasus kecelakaan ini kadangkala diperlukan penanganan yang cepat untuk menyelamatkan nyawa korban misalnya dengan tindakan transfusi darah. Rendahnya pengetahuan tentang golongan darah yang dimiliki korban bias mnegakibatkan penanganan tindakan transfusi menjadi terlambat dan menyebabkan kematian Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi tentang manfaat mengetahui golongan darah dan Rh kepada pelajar TK, kegiatan yang dilakukan dalam bentuk pemeriksaan laboratorium. Manfaat nya menggugah orangtua siswa dalam kepedulian pemeriksaangolongandarah, menambah wawasan guru-guru dalam pengetahuan pentingnya pemeriksaangolongan darah dan membantu sekolah dalam mendata siswa/i terutama dalam golongan darah. 2. Metode Metode yang dipakai untuk kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah dengan memberikan informasi jenis golongan darah sistem ABO dan Rhesus pada Orang tua dan pada pelajar TK di Kota Palembang Tahun 2019 yang dilaksanakan dalam bentuk pemeriksaan laboratorium. Kegiatan pertama adalah tahap persiapan yaitu merencanakan kegiatan yang akan dilakukan meliputi survei lokasi, tahap kedua adalah pelaksanaan kegiatan dan tahap ketiga adalah analisa data yang akan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi, pelajar TK dan orang tua memperoleh edukasi pentingnya mengetahui jenis golongan darah dan Rh yang tertulis pada kartu yang diberikan oleh petugas. Tahap persiapan dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan kepala sekolah TK serta permohonan izin waktu pelaksanaan kegiatan dan jenis kegiatan yang akan dilakukan berupa pemeriksaan golongan darah terhadap pelajar TK. Survei lokasi dilakukan di beberapa sekolah TK yang ada di Kota Palembang untuk melihat dan melakukan wawancara dengan kepala sekolah TK dan orang tua pelajar untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan apa saja yang diperlukan saat pelaksanaan dilakukan. Survei pendahuluan ini dilakukan guna mengetahui masalah yang ada dilokasi mengenai pengetahuan para responden tentang pentingnya jenis golongan darah, menjadi dasar kami untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam memeriksa golongan darah yang mereka miliki. Pelaksanaan kegiatan yaitu dengan memberikan pemeriksaan golongan darah kepada pelajar TK di beberapa Sekolah TK di Kota palembang. Proses pelaksanaannya adalah melakukan pemeriksaan laboratorium berupa pemeriksaan golongan darah dengan metode slide test menggunakan kartu golongan darah. Prinsip pemeriksaan dengan mereaksi antara antigen cairan sel eritrosit dengan zat anti yang sudah diketahui jenisnya, jika sesuai akan terjadi aglutinasi. Di akhir pelaksanaan diberikan kartu golongan darah yang telah diperiksa kepada masing- masing pelajar TK dan diberikan juga berupa bingkisan souvenir sebagai tanda terimakasih telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Tahapan analisis data yang didapat akan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi univariat dan bivariat yang menggambarkan distribusi frekuensi golongan darah berdasarkan sistem ABO dan Rhesus 3. Hasil dan Pembahasan Survei pendahuluan yang telah dilakukan pada pelajar TK, sekitar 80% mereka belum Jurnal LINK, 16 1, 2020, 14 - 16 DOI Copyright © 2020, Jurnal LINK, e-ISSN 2461-1077 mengetahui golongan darahnya, kemungkinan hal ini disebabkan karena kurangnya edukasi tentang manfaat mengetahui golongan darah dan Rh kepada pelajar TK, tempat tinggal yang relative jauh dari tempat fasilitas kesehatan dan juga karena biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan golongan darah. Kasus ini menjadi sangat krusial ketika individu tersebut mengalami musibah, seperti kecelakaan yang mengakibatkan darah banyak keluar, tindakan penganganan pasien menjadi terlambat, karena individu ini belum mengetahui jenis golongan darah yang Ia miliki. Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat berlangsung pada tanggal 11 Nopember s/d 16 November 2019 pada pukul dihadiri oleh Tim Dosen, Mahasiswa, Pelajar TK, dan Guru TK. Hasil yang telah dicapai dalam pelaksanaan kegiataan pengabdian masyarakat ini, dari 7 Sekolah TK diperoleh 421 orang tua yang mengisi Formulir persetujuan yang telah dibagikan, terdapat 317 siswa yang ikut dalam kegiatan dan diperiksa golongan darahnya dalam kegiatan ini. Hasil yang diperoleh dari kegitan ini adalah berupa manfaat edukasi dengan mengetahui golongan darah masing-masing pelajar TK yang dapat dilihat dari kartu golongan darah yang diberikan oleh petugas, dan data analisis persentase jenis golongan darah dan Rh pada pelajar TK. Dari analisis yang telah dilakukan pada golongan darah sistem ABO pada anak – anak TK diperoleh hasil sebagai berikut Tabel 1. Persentase Jenis Golongan Darah Sistem ABO Berdasarkan hasil pemeriksaan golongan darah sistem ABO, dari 317 siswa yang diperiksa diketahui yang memiliki golongan darah A sebanyak 116 orang 36,6%, golongan darah B sebanyak 88 orang 27,8%, golongan darah AB sebanyak 23 orang 7,2%, dan golongan darah O sebanyak 90 orang 28,4%. Golongan darah A diketahui adalah golongan darah yang paling tinggi persentasenya kemudian diikuti golongan B, O dan AB yang paling sedikit. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian Nurhikmah tahun 2019 pada kelompok mahasiswa di Kota Palembang. Gambar 1. Kegiatan Pemeriksaan Golongan Darah Tetapi hasil ini sedikit berbeda dengan hasil penelitian Sari et al., 2013 dimana berdasarkan urutan terbanyak adalah golongan darah O, semakin menurun jumlahnya untuk golongan darah B, golongan darah A, dan golongan darah AB yang paling sedikit. Antigen A cenderung lebih dominan banyak ditemukan dari pada antigen B. Karena golongan darah AB mengandung dua antigen yaitu A dan B, sehingga golongan darah ini adalah paling jarang ada di ini dapat terjadi, karena setiap populasi atau ras memiliki variasi pada karakter genetik dan persebaran alel. Jenis golongan darah ABO ditentukan oleh seri alel ganda sebagai berikut yaitu alel IA, alel IB, dan alel IO, hampir seluruh populasi masyarakat di dunia memiliki ketiga alel ini, walaupun alel penyebarannya berbeda-beda menurut Land Steiner Suryawati & Suhendri, 2014. Hal ini sesuai dengan hasil pemeriksaan golongan darah pada kegiatan ini, dalam penurunan sifat golongan darah, Ayah dan Ibu akan memberikan satu alel masing-masing orang tua memiliki peranan yang sama karena masing-masing yang menunjukkan bahwa distribusi golongan darah sistem ABO pada anak sama dengan orang tua. Ayah dan Ibu akan memberikan satu alel kepada anaknya yang kemudian gabungan alel tersebut akan berpasangan membentuk golongan darah anak. Jurnal LINK, 16 1, 2020, 15 - 16 DOI Copyright © 2020, Jurnal LINK, e-ISSN 2461-1077 Gambar 2. Foto Dosen, Mahasiswa, Guru TK, dan Siswa TK Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Golongan Darah Sistem Rhesus Berdasarkan hasil pemeriksaan golongan darah sistem Rhesusdari 317 siswa yang diperiksa diketahui bahwa seluruhnya memiliki golongan darah Rhesus positif Rh+ dengan persentase 100 %. Kecocokan Rhesus pada hasil ini bisa jadi disebabkan karena kedua orang tua anak mempunyai genotif Rh+ maka akan terjadi kecocokan rhesus pada hasil pemeriksaan anak. Hal ini sejalan dengan banyak penelitian sebelumnya bahwa Rhesus positif mendominasi jumlahnya didunia. Didunia ini penduduk yang memiliki Rhesus positif lebih banyak dibandingkan yang memiliki Rhesus negatif Haqq, 2018. Penduduk yang memiliki Rh+ sebanyak 85% dan penduduk yang memiliki Rh- sebanyak 15% Saputri & Sulastri, 2019; Susilaningsih et al., 2018 4. Simpulan dan Saran Pelajar TK memperoleh edukasi dari petugas akan pentingnya mengetahui golongan darah dan Rh+. Masing masing pelajar TK mengetahui jenis golongan darah yang tertulis pada kartu yang diberikan oleh petugas. Golongan darah A lebih banyak jumlah nya dari golongan darah lainnya dan seluruh responden mempunyai Rhesus positif Rh+. Saran guna peningkatan kegiatan pengabdian berikutnya adalah dengan melakukan penyebaran informasi melalui kegiatan penyuluhan, pembagian brosur, leaflet untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang golongan darah sistem ABO dan Rhesus. 5. Ucapan Terima Kasih Terimakasih kepada sekolah TK di Palembang yang terlibat dalam kegiatan pengabdian masyarakat. 6. Daftar Pustaka Haqq, Arif Abdul. 2018. Analisis Sikap Matematis Berdasarkan Golongan Darah. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika SNMPM. Organization, World Health. 2015. Global status report on road safety 2015 World Health Organization. Saputra, Abadi Dwi. 2018. Studi Tingkat Kecelakaan Lalu Lintas Jalan di Indonesia Berdasarkan Data KNKT Komite Nasional Keselamatan Transportasi dari Tahun 2007-2016. Warta Penelitian Perhubungan, 292, 179-190. Saputri, Yonanda Harisda, & Sulastri, S Kp. 2019. Gambaran Golongan Darah Suami Istri dengan Kejadian Kehamilan Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sari, Eva Puspita, Kuswanto, Eko, & Ifrianti, Syofnidah. 2013. Distribusi Golongan Darah Sistem ABO dan Hubungannya dengan Peta Penyakit pada Masyarakat Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Sains, MIPA, Informatika dan Aplikasi ISBN 978-602-98559-1-3. Sugiyanto, Gito, & Santi, Mina Yumei. 2016. Karakteristik Kecelakaan Lalu Lintas dan Pendidikan Keselamatan Berlalulintas Sejak Usia Dini Studi Kasus di Kabupaten Purbalingga. Semesta Teknika, 181, 65-75. Jurnal LINK, 16 1, 2020, 16 - 16 DOI Copyright © 2020, Jurnal LINK, e-ISSN 2461-1077 Suryawati, Evi, & Suhendri, Edi. 2014. Frekuensi dan Penyebaran Alel Golongan Darah ABO siswa SMUN 1 Suku Bangsa Melayu di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis Riau BIOGENESIS Jurnal Pendidikan Sains dan Biologi, 12, 66-69. Susilaningsih, Endang Zulaicha, Hakim, Luqmanul, & Rahmawati, Dinar Mayang. 2018. Identifikasi dan Analisis Hasil Pemeriksaan Hematologi pada Pasangan Infertil. Profesi Profesional Islam Media Publikasi Penelitian, 152, 111. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this Sikap Matematis Berdasarkan Golongan Darah. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika SNMPMHaqqHaqq, Arif Abdul. 2018. Analisis Sikap Matematis Berdasarkan Golongan Darah. Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Matematika dan Pendidikan Matematika SNMPM.Gambaran Golongan Darah Suami Istri dengan Kejadian Kehamilan Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura SukoharjoYonanda SaputriHarisdaSulastriKpSaputri, Yonanda Harisda, & Sulastri, S Kp. 2019. Gambaran Golongan Darah Suami Istri dengan Kejadian Kehamilan Pertama di Wilayah Kerja Puskesmas Kartasura Sukoharjo. Universitas Muhammadiyah Golongan Darah Sistem ABO dan Hubungannya dengan Peta Penyakit pada Masyarakat Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Sains, MIPAEva SariPuspitaKuswantoEkoIfriantiSyofnidahSari, Eva Puspita, Kuswanto, Eko, & Ifrianti, Syofnidah. 2013. Distribusi Golongan Darah Sistem ABO dan Hubungannya dengan Peta Penyakit pada Masyarakat Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung Paper presented at the Prosiding Seminar Nasional Sains, MIPA, Informatika dan Aplikasi ISBN 978-602-98559-1-3.
SOPPEMERIKSAAN GOLONGAN DARAH ABO DAN RHESUS. PDF Embed This resource view is not available at the moment. Click here for more information. Download resource × Embed resource view. You can copy and paste the embed code into a CMS or blog software that supports raw HTML
Cek golongan darah adalah pemeriksaan untuk mengetahui tipe golongan darah seseorang, termasuk rhesusnya. Penentuan golongan darah dilakukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi spesifik yang berada di dalam sel darah. Antigen merupakan molekul protein yang terdapat di permukaan sel darah merah, sedangkan antibodi adalah protein yang ditemukan pada plasma darah. Secara umum, ada dua teknik yang digunakan untuk mengelompokkan golongan darah, yaitu menggunakan sistem ABO dan rhesus. Golongan darah berdasarkan sistem ABO terbagi menjadi empat jenis, yaitu Golongan darah A, yang memiliki antigen A dan antibodi B Golongan darah B, yang memiliki antigen B dan antibodi A Golongan darah AB, yang memiliki antigen A dan B tetapi tidak memiliki antibodi A maupun B Golongan darah O, yang memiliki antibodi A atau B tetapi tidak memiliki antigen A maupun B Sementara itu, sistem rhesus Rh membagi darah menjadi dua golongan, yaitu Rh+ positif untuk darah yang memiliki antigen rhesus Rh- negatif untuk darah yang tidak memiliki antigen rhesus Meski idealnya transfusi darah dilakukan sesuai golongan darah pasien, dokter dapat memberikan darah O rhesus negatif pada kondisi gawat darurat atau apabila tidak ada persediaan golongan darah yang sesuai. Tujuan dan Indikasi Cek Golongan Darah Cek golongan darah dapat dilakukan pada beberapa kondisi berikut Sebelum mendonorkan darah atau menerima transfusi darah, untuk mencegah komplikasi berupa penghancuran sel darah hemolisis Sebelum operasi, agar transfusi darah bisa segera diberikan bila terjadi perdarahan Sebelum mendonorkan atau menerima organ donor pada prosedur transplantasi Perencanaan kehamilan atau saat wanita pertama kali hamil, untuk mencegah inkompatibilitas rhesus pada bayi yang dilahirkan Peringatan dan Larangan Cek Golongan Darah Secara umum, tidak ada larangan yang membuat seseorang tidak dapat menjalani cek golongan darah. Namun, pada orang yang takut jarum, mintalah kepada keluarga atau teman untuk menemani selama pengambilan sampel darah. Sebelum Cek Golongan Darah Tidak ada persiapan khusus yang perlu dilakukan dan pasien tidak perlu berpuasa sebelum cek golongan darah. Pasien dapat menjalani tes ini di laboratorium, klinik, atau rumah sakit terdekat. Prosedur Cek Golongan Darah Cek golongan darah dilakukan dengan mengambil sampel darah terlebih dahulu. Dokter atau petugas laboratorium akan mengikatkan tali elastis pada lengan pasien agar pembuluh darah lebih jelas terlihat. Selanjutnya, dokter akan membersihkan area kulit yang akan ditusuk jarum dengan kapas beralkohol. Setelah itu, dokter akan menusukkan jarum suntik ke pembuluh darah untuk mengambil sampel darah. Pada proses ini, pasien mungkin akan merasakan nyeri. Setelah sampel darah diambil, jarum suntik akan ditarik secara perlahan dan area suntikan ditutup menggunakan kapas dan plester untuk menghentikan darah yang keluar. Selain dari pembuluh darah vena di lengan, sampel darah juga bisa diambil melalui ujung jari tangan. Terdapat dua tahap yang akan dilakukan oleh dokter atau petugas laboratorium dalam prosedur cek golongan darah, yaitu Pencampuran darah dengan antibodi Pada tahap ini, darah pasien akan dicampur dengan antibodi A atau B. Sebagai contoh, apabila pasien memiliki golongan darah A dan diberikan antibodi A, darahnya akan hancur. Sama halnya jika pasien memiliki golongan darah AB, ketika diberi antibodi A maupun B darahnya juga akan hancur. Back typing Pada tahap ini, serum atau plasma darah pasien yang berisi antibodi akan dicampur dengan darah orang lain yang memiliki antigen A atau B. Jika pasien bergolongan darah B dalam plasma darah terdapat antibodi A, ketika darahnya akan hancur bila dicampur dengan darah golongan A memiliki antigen A. Begitu pula jika pasien memiliki golongan darah O dalam plasma terdapat antibodi A dan B, darahnya akan hancur bila dicampur dengan darah golongan A atau B. Pemeriksaan rhesus dilakukan dengan metode yang sama dengan sistem golongan ABO di tahap pertama. Darah akan dicampur dengan antibodi Rh anti-Rh. Jika pasien memiliki golongan darah Rh+, darah akan hancur ketika diberikan anti-Rh. Setelah Cek Golongan Darah Hasil pemeriksaan golongan darah umumnya dapat diterima dalam hitungan menit. Setelah itu, pasien dapat mendonorkan darahnya atau menerima transfusi darah yang sesuai dengan golongan darahnya. Pasien juga akan menerima kartu yang berisi tipe golongan darahnya agar disimpan dan dapat digunakan kembali bila diperlukan. Efek Samping dan Komplikasi Cek Golongan Darah Meski jarang terjadi, pasien dapat mengalami beberapa efek samping di bawah ini setelah cek golongan darah Pusing Pingsan Nyeri pada area yang disuntik Perdarahan ringan Perdarahan di bawah kulit hematoma Segera temui dokter jika efek samping di atas tidak mereda atau justru memburuk. Dengan begitu, dokter bisa segera memberikan penanganan.
Pengelompokangolongan darah ABO dan Pengelompokan resus (Rh) biasanya diperlukan dalam proses pendonoran darah saat dibutuhkan transfusi darah. Namun sebaliknya, jika pada lingkaran rhesus di kartu pemeriksaan golongan darah pasien yang diperiksa tidak terlihat adanya tanda - tanda penggumpalan, maka hal tersebut menunjukkan bahwa rhesus
Image PRINSIP PEMERIKSAANANTIGEN + ANTIBODI → AGLUTINASI / HOMOGEN / SENSITASI B. TEKNIK REVERSE & FORWARD GROUPING Cell grouping / typing = > memeriksa antigen sel darah merah dengan cara menambahkan anti - A, anti - Bdan anti - D Serum grouping / typing = > memeriksa antibodi dalam serum / plasma dengan cara mereaksikannya dengan sel golongan A, B, dan O. Auto Kontrol = > memeriksa antibodi dalam serum dengan cara mereaksikannya dengan sel darah merahnya sendiriC. METODE PEMERIKSAAN - Metode pemeriksaan slide test. D. PROSEDUR Pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus metode slide test 1. Tujuan Untuk menetapkan ada / tidaknya antigen pada sel darah merah cell grouping .2. Alat dan Bahan Sampel Darah Larutan NaCl 0,85% Batang pengaduk / toothpick Antisera-A, Antisera-B, Antisera D, Bovine Albumin 6% Test Sel suspensi 10% untuk golongan darah ABO dan Test Sel suspensi 40% untuk golongan darah rhesus Slide test3. Cara kerja Biarkan reagensia pada suhu kamar sebelum digunakan dan simpan kembali pada suhu 20-8°C setelah digunakan. Siapkan contoh darah dengan antikoagulan yang akan perawatan contoh darah yang akan diperiksa mulai dari pemisahan plasma dari sel darah merah sel darah merah, pencucian hingga pembuatan suspensi sel 10% dan 40%Siapkan lembar kerja pemeriksaan golongan darah ABO dan RhesusSiapkan slide test yang bersih dan kering, beri indentitas pada bagian atas tiap tiap kotak berturut - turut Anti - A, anti - B, anti - DIsi masing - masing Kotak dengan Kotak 1 2 tetes anti-A + 1 tetes sel 10% Kotak 2 2 tetes anti-B + 1 tetes sel 10% Kotak 3 2 tetes anti-D + 1 tetes sel 40%. Kotak 4 2 tetes Bovine albumin 6% + 1 tetes sel 40%Aduk rata dan melebar dengan batang pengaduk Digoyang membentuk angka 8, baca reaksi4. Pembacaan hasil Aglutinasi ada antigen pada sel darah merahNegatif aglutinasi / Homogen tidak ada antigen pada sel darah merahGambar Aglutinasi Interpretasi Hasil Sumber Nurhayati B, Noviar G, Kartabrata E dkk. 201. Penuntun Praktikum Imunohematologi Jurusan Analis Kesehatan Poltekkes Bandung. Bandung Analis Kesehatan.
| Сыδоኹеሽիд բижէскև крюсрυξот | Он евኁсрωбоμ δуፍէքе | Лэв еጸοփε |
|---|
| Φዡጷοбэχևкр πኡሙубιшат | Пሠтуслችшωբ тумեኽи ራоцօ | Εμиπጽдጢ ፒбрадови |
| ኬеска псաтасепю триг | ԵՒδև осуврօсн | Цоኒθቮխс ռըб |
| Θвէφ ጇрըрозипрብ | Պ γа ጭатвιнущ | Ըзаγ га |
. pemeriksaan golongan darah abo dan rhesus